Aceh Utara - Serma Efredy, Babinsa Koramil 02/Ktm, secara intensif mengawasi rehabilitasi berat jembatan gantung di Desa Saweuk, Kuta Makmur. Langkah ini menjadi tanggung jawab Kodim 0103/Aut untuk menjamin kualitas infrastruktur di wilayah binaan. "Kita kawal terus pengerjaannya supaya manfaatnya dirasakan lama oleh masyarakat," tegas Serma Efredy. Senin (11/5/2026).
Jembatan sepanjang 35 meter dan tinggi 4,5 meter ini merupakan akses vital bagi mobilitas warga dan pengangkutan hasil bumi. Dengan lebar 1,2 meter, jembatan ini menjadi tumpuan utama transportasi desa. Warga setempat merasa tenang karena pengawasan TNI memastikan setiap detail bangunan dikerjakan sesuai standar teknis.
Fokus pengerjaan saat ini berada pada pembuatan mal abutment berdimensi 2x2 meter dengan tinggi 2,9 meter. Ketelitian mal sangat menentukan kekuatan pondasi dalam menahan beban jembatan gantung di masa depan. Babinsa memastikan seluruh material memenuhi kriteria agar struktur bawah ini kokoh dan tidak mudah tergerus arus sungai.
Hingga kini, progres fisik rehabilitasi telah menyentuh angka 5,5% dari target keseluruhan. Meski baru tahap awal, tim di lapangan terus memacu pengerjaan guna mengejar target operasional akses publik tersebut. Koordinasi solid antara Babinsa dan pekerja menjadi motor utama percepatan pembangunan infrastruktur di Desa Saweuk.
Langkah berikutnya adalah pengecoran tapak pondasi gapura sebagai penopang utama bentangan kabel baja. Kodim 0103/Aut berkomitmen mendampingi proyek ini hingga tuntas seratus persen. Upaya ini menjadi bukti nyata kehadiran TNI dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang aman dan andal bagi masyarakat pedesaan.
