Aceh Utara - Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pemulihan sosial pasca-bencana terus dipertegas melalui aksi nyata di lapangan. Personel Koramil 29/Langkahan Kodim 0103/Aceh Utara melaksanakan pendampingan intensif pada proyek lanjutan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (4/3/2026). Sinergi antara TNI, Kementerian PUPR, dan PT Waskita Karya ini dipacu melalui pola kerja nonstop 24 jam dengan sistem pembagian kerja (shift) siang dan malam guna memastikan warga terdampak segera mendapatkan hunian yang layak.
Berdasarkan laporan di lapangan, progres pembangunan pada lokasi pertama telah mencapai angka 100 persen. Sebanyak 60 unit Huntara yang terbagi dalam 6 blok telah selesai dikerjakan sepenuhnya oleh PT Waskita dan kini telah ditempati oleh 60 Kepala Keluarga pengungsi. Keberhasilan penyelesaian tahap pertama ini menjadi bukti efektivitas kolaborasi lintas sektor dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Sementara itu, pada lokasi kedua, pengerjaan fisik telah menyentuh angka signifikan yakni 98 persen. Di area ini, tim teknis sedang memfokuskan pengerjaan pada pemasangan instalasi pintu dan jendela untuk 2 unit moduler, serta penyelesaian aspek pendukung pada 6 unit moduler lainnya yang meliputi pengerjaan teras, pembangunan kamar mandi, hingga pembuatan gapura. Secara keseluruhan, lokasi kedua ini ditargetkan akan menyediakan total 9 blok hunian guna menampung warga yang masih berada di pengungsian darurat.
Kegiatan pendampingan ini dihadiri langsung oleh perwakilan PT Waskita, Bapak Ecep dan Bapak Wira, serta didukung oleh sedikitnya 100 orang tenaga kerja ahli. Babinsa Koramil 29/Langkahan, Koptu M. Sulaeman, yang berada di lokasi sejak dimulainya pengerjaan, menegaskan bahwa kehadiran TNI adalah untuk menjamin kelancaran distribusi material serta memastikan stabilitas keamanan selama proses konstruksi berlangsung hingga seluruh target unit tercapai.
"Kami akan terus mengawal pengerjaan ini hingga seluruh unit siap dihuni, agar saudara-saudara kita di Desa Rumoh Rayeuk dapat kembali menata kehidupan dengan lebih baik dan tenang," tegasnya.
Kehadiran unit hunian yang layak ini disambut dengan rasa haru oleh para warga. Ibu Halimah (38), salah satu warga yang telah menempati unit di lokasi pertama, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja keras semua pihak, khususnya TNI yang selalu bersiaga di lokasi.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa pindah dari tenda darurat ke rumah yang lebih nyaman dan aman ini. Kami juga tenang melihat bapak-bapak TNI ada di sini siang dan malam menjaga pembangunan rumah tetangga kami yang lain. Terima kasih karena tidak membiarkan kami berjuang sendirian," ujarnya dengan penuh syukur.
