Aceh Utara - Semangat pengabdian tanpa batas kembali ditunjukkan oleh prajurit TNI di wilayah Aceh Utara. Pasca bencana banjir yang sempat melumpuhkan akses transportasi, personel Yonzipur 05/ABW bersama Babinsa Koramil 03/Dewantara kini tengah berjibaku dalam proyek tanggap darurat pembangunan Jembatan Aramco di Desa Krueng Geukueh, Minggu (1/3/2026).
Jembatan ini merupakan urat nadi vital yang menghubungkan Desa Bangka Jaya dengan Desa Krueng Geukueh. Akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu, kondisi jembatan lama mengalami rusak berat sehingga mobilitas warga sempat terhambat total.
Di bawah kendali Serda Yohanis, sebanyak 16 personel Yonzipur 05/ABW menunjukkan profesionalismenya. Hari ini, fokus pengerjaan diarahkan pada pemasangan dan pengecoran batu di bagian tepi dekat serta tepi jauh jembatan. Hingga berita ini diturunkan, progres pembangunan telah menyentuh angka 48%.
Sertu Hamrulas, Babinsa Koramil 03/Dewantara yang terus mendampingi di lokasi, menyebutkan bahwa percepatan ini dilakukan agar aktivitas ekonomi warga bisa segera pulih.
"Kami di lapangan terus berupaya maksimal. Target kami jelas, jembatan ini harus segera bisa dilalui. Kami akan melanjutkan sisa pengecoran pada kedua sisi tepi jembatan agar struktur Aramco ini benar-benar kokoh menghadapi arus air," tegas Sertu Hamrulas di sela-sela kegiatannya.
Kehadiran para "Prajurit Penolong" ini mendapat apresiasi mendalam dari masyarakat setempat. Bapak Mansur, salah satu warga Desa Krueng Geukueh, mengungkapkan rasa syukurnya melihat kecepatan kerja para prajurit TNI.
"Jujur kami sempat bingung pas jembatan putus karena banjir. Tapi alhamdulillah, bapak-bapak TNI dari Zipur dan Babinsa langsung turun tangan. Kerjanya cepat sekali, kami jadi optimis jalur ini bisa segera normal lagi," ungkapnya penuh harap.
Kegiatan pembangunan jembatan tanggap darurat ini dipastikan akan terus berlanjut hingga tuntas. Sinergi antara satuan teknis Yonzipur dan komando kewilayahan menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir di tengah kesulitan rakyat, terutama di saat bencana melanda.
