Aceh Utara - Kabar gembira datang dari pedalaman Kecamatan Sawang. Jembatan Gantung "Garuda" yang menjadi urat nadi penghubung antar-kabupaten kini telah berdiri kokoh. Personel jajaran Kodim 0103/Aceh Utara bersama prajurit tangguh dari Yonzipur 5/Abw berhasil menuntaskan misi perbaikan infrastruktur vital tersebut. Jumat (27/2/2026).
Jembatan yang terletak di Desa Blang Teurakan ini memiliki peran strategis. Bukan sekadar konstruksi baja dan sling, jembatan ini merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Blang Teurakan dengan Desa Lhok Bayu, Desa Lhok Gajah, hingga menembus ke wilayah Kecamatan Makmur di Kabupaten Bireuen. Kehadirannya dipastikan akan memacu roda ekonomi dan mobilitas warga di perbatasan kedua kabupaten tersebut.
Sejak pukul 08.00 WIB, para prajurit "Kepala Gajah" dan personel teritorial sudah berjibaku di lapangan. Fokus pengerjaan pada hari terakhir ini adalah tahap finishing untuk memastikan seluruh aspek keamanan dan kelayakan jembatan terpenuhi. Berkat sinergi yang solid dan semangat pengabdian, tepat pada pukul 15.00 WIB, progres fisik dinyatakan mencapai target 100 persen.
Komandan Kodim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin, S.Sos., M.M.D.S melalui keterangannya menyampaikan bahwa rampungnya Jembatan Gantung Garuda ini adalah bukti nyata kehadiran TNI di tengah-tengah kesulitan rakyat. "Infrastruktur ini adalah jembatan harapan. Dengan tuntasnya perbaikan ini, akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat tidak lagi terhambat oleh kendala geografis," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi pembangunan terpantau aman dan kondusif. Jembatan Gantung Garuda kini siap melayani masyarakat, berdiri tegak sebagai simbol bakti TNI untuk negeri di Bumi Serambi Mekkah.
