Aceh Utara - Proses pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak terus berjalan di wilayah Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. Personel Kodim 0103/Aceh Utara melalui Babinsa Pos Koramil Lapang aktif melaksanakan pendampingan pembangunan huntara yang dikerjakan oleh CV. Megah Jaya Kontruksi dan PT. Jaya Bersama & Son’s di Desa Kuala Cangkoy, Desa Kuala Keureuto, Desa Matang Baroh, serta Desa Keude Lapang. Selasa (24/2/2026).
Di lapangan, Babinsa tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga turun langsung membantu dan memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Terlihat personel TNI bersama pekerja saling bahu-membahu merakit rangka bangunan, memasang dinding hingga menyiapkan struktur atap sebagai bagian percepatan penyelesaian huntara bagi warga.
Progress pembangunan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Di Desa Matang Baroh sebanyak 103 unit huntara telah mencapai 96,73 persen dengan pekerjaan pemasangan pintu dan jendela, dinding kalsiboard, pengecoran teras serta instalasi listrik. Sementara di Desa Kuala Cangkoy sebanyak 104 unit telah mencapai 95 persen dengan fokus pengecoran lantai, pemasangan dinding, perakitan rangka baja dan pemasangan atap.
Untuk Desa Kuala Keureuto, pembangunan 20 unit huntara juga telah mencapai 95 persen dengan pekerjaan pengecoran lantai, pemasangan kalsiboard serta pemasangan cincin sumur. Sedangkan di Desa Keude Lapang, pembangunan 45 unit huntara saat ini berada pada progres 52 persen meliputi pemasangan rangka baja, pengecoran lantai dan pemasangan dinding.
Babinsa Pos Koramil Lapang menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat agar hunian sementara dapat segera ditempati warga. “Kami hadir memastikan pembangunan berjalan lancar sehingga masyarakat bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak dan aman,” ujarnya. Kegiatan turut dihadiri pengawas lapangan, Babinsa, 25 orang pekerja serta para kepala dusun di masing-masing desa, menandai kuatnya sinergi demi percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Aceh Utara.
