Aceh Utara - Tak kenal lelah demi rakyat, prajurit TNI terus bergerak dalam misi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana. Memasuki hari kesekian pasca banjir yang memutus akses transportasi, personel gabungan TNI melaksanakan akselerasi pengerjaan Jembatan Bailey yang menghubungkan Desa Bluka Teubai dengan Desa Glumpang Sulu Timur, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.
Kamis (26/2/2026), semangat gotong royong terpancar kuat di lokasi proyek. Sebanyak 10 personel tangguh dari Yonzipur 17/AD di bawah pimpinan Serka Hasibuan, bahu-membahu dengan Babinsa Koramil 03/Dewantara, Serka Joko Susilo. Kehadiran mereka di lapangan bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan manifestasi nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mengatasi kesulitan di daerah binaan.
Fokus kegiatan hari ini dipusatkan pada tahap estetika dan perlindungan material, yakni pengecatan badan jembatan. Cairan cat berwarna merah mulai menyelimuti rangka baja Jembatan Bailey, memberikan simbol semangat baru bagi warga yang telah lama menantikan pulihnya akses jalan. Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai angka 40%. Meski medan di lapangan menantang pasca terjangan banjir, kedisiplinan prajurit memastikan setiap jengkal rangka baja terlapisi dengan sempurna.
Personel akan difokuskan untuk melanjutkan pengecatan warna merah (tahap menimpa) guna memastikan ketebalan cat dan perlindungan maksimal terhadap korosi. Langkah ini diambil agar jembatan darurat ini memiliki daya tahan optimal saat nantinya mulai dioperasikan secara penuh oleh masyarakat. TNII hadir bukan hanya saat pertempuran, tapi juga sebagai garda terdepan dalam pemulihan pasca bencana. Jembatan ini adalah urat nadi ekonomi warga, maka kualitas dan percepatan adalah harga mati.
