Aceh Utara - Aksi kemanusiaan pasca bencana banjir bandang terus berlanjut di wilayah teritorial Koramil 29/Lkh. Personel dari Yon Zipur-5 Brawijaya Malang bersama Babinsa Koramil 29/Langkahan dan tim SAR UNS Solo melaksanakan gotong royong pembersihan sisa material lumpur di SD Negeri 3 Langkahan serta lingkungan Desa Alue Krak Kaye, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam percepatan pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak cukup parah. Rabu (31/12/2025).
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi sekolah yang tertutup endapan lumpur tebal. Personel Yon Zipur-5 bersama Babinsa Koramil 29/Lkh, Kopda Rizal, terlihat fokus menyisir bagian dalam ruang belajar untuk mengeluarkan material lumpur. Dengan menggunakan alat manual seperti sekop dan lori, para petugas bahu-membahu membersihkan sisa-sisa banjir yang menggenangi lantai kelas agar ruangan dapat segera dikeringkan.
Selain bagian dalam kelas, pembersihan juga difokuskan pada area depan ruang belajar dan selasar sekolah. Tumpukan lumpur dan sampah yang menghalangi akses masuk disingkirkan secara bertahap agar mobilitas di dalam lingkungan sekolah kembali lancar. Pembersihan halaman sekolah pun menjadi prioritas utama guna memastikan seluruh area pendidikan bersih dari sisa-sisa material banjir yang bisa mengganggu kesehatan dan kenyamanan.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membantu memulihkan kondisi ruangan agar para siswa dapat segera kembali mengikuti proses belajar mengajar seperti biasanya. Dengan bersihnya lingkungan sekolah, diharapkan beban pekerjaan fisik para guru dapat berkurang sehingga mereka bisa lebih efektif dan fokus dalam melaksanakan aktivitas keguruan serta mempersiapkan sarana pembelajaran pasca bencana.
Kehadiran prajurit Yon Zipur-5 Brawijaya, Babinsa, dan relawan SAR UNS ini menjadi harapan baru bagi warga Desa Alue Krak Kaye dalam memulihkan infrastruktur desa. Sinergitas berbagai unsur ini terus diupayakan hingga seluruh sarana pendidikan di wilayah Kecamatan Langkahan kembali layak digunakan. Semangat gotong royong ini diharapkan dapat mempercepat masa pemulihan agar aktivitas pendidikan di wilayah terdampak banjir bandang kembali normal.
