Aceh Utara - Personel Koramil 02/Kuta Makmur melaksanakan pengecekan harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Keude Blang Ara, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, pasca bencana alam. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau stabilitas harga sembako sekaligus memastikan ketersediaan barang bagi masyarakat. Rabu (31/12/2025).
Hasil pantauan menunjukkan beberapa komoditas mengalami penurunan harga, antara lain beras premium dari Rp 240.000 menjadi Rp 230.000 per sak 15 kg, gula pasir turun dari Rp 21.000 menjadi Rp 18.000 per kg, dan minyak goreng kemasan premium dari Rp 26.000 menjadi Rp 19.000 per liter. Minyak goreng curah juga tercatat turun dari Rp 22.000 menjadi Rp 17.000 per kg.
Komoditas lainnya yang mengalami penurunan harga adalah telur ayam broiler dari Rp 65.000 menjadi Rp 60.000 per papan, telur ayam kampung dari Rp 120.000 menjadi Rp 100.000 per papan, cabai merah dari Rp 65.000 menjadi Rp 35.000 per kg, dan cabai hijau dari Rp 80.000 menjadi Rp 40.000 per kg. Namun, cabai rawit justru naik signifikan dari Rp 45.000 menjadi Rp 80.000 per kg.
Beberapa komoditas lainnya mengalami kenaikan harga, seperti daging ayam broiler yang naik dari Rp 28.000 menjadi Rp 33.000 per kg, serta tepung terigu dari Rp 9.000 menjadi Rp 10.000 per kg. Sedangkan beras medium relatif stabil, turun sedikit dari Rp 225.000 menjadi Rp 220.000 per sak 15 kg.
Pengecekan ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan pasar pasca bencana agar masyarakat tetap bisa memperoleh sembako dengan harga wajar. Babinsa dan petugas Koramil berkoordinasi dengan para pedagang untuk menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan bahan pokok.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan kepedulian TNI terhadap masyarakat terdampak bencana, serta memastikan stabilitas harga sembako agar warga dapat segera kembali beraktivitas normal pasca bencana alam.
