Aceh Utara - Danramil 12/Tanah Pasir menyampaikan perkembangan situasi pasca banjir yang melanda wilayah Kecamatan Tanah Pasir, Kabupaten Aceh Utara. Ia mengatakan bahwa banjir yang terjadi beberapa hari terakhir berdampak pada 18 desa dengan total ribuan warga terdata. Jumat (5/12/2025).
“Kondisi di lapangan secara umum sudah berangsur pulih, namun pendataan dan pemantauan tetap kita lakukan karena sebagian warga masih berada di pengungsian,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah desa mengalami dampak cukup besar, seperti Desa Paloh dengan 356 KK atau sekitar 1.300 jiwa, Desa Blang dengan 227 KK/740 jiwa, Me Matang Panyang sebanyak 210 KK/670 jiwa, serta Desa Pande dan Matang Janeng yang juga mencatat ratusan warga terdampak. “Sebagian besar masyarakat memang sudah kembali ke rumah masing-masing, tetapi ada desa seperti Alue yang warganya masih ada di lokasi pengungsian,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini laporan kerugian masih terus diperbarui, namun hampir seluruh desa tidak mencatat korban jiwa maupun kerusakan rumah, kecuali Desa Prie yang melaporkan 1 warga meninggal dunia serta 1 unit rumah rusak berat. “Syukur alhamdulillah, mayoritas wilayah tidak mencatat kerugian fatal, dan situasi perlahan mulai terkendali,” ungkapnya. Adapun sejumlah fasilitas umum terdampak antara lain 1 puskesmas dan 2 masjid, sementara data sekolah masih dalam pendataan.
Terkait bantuan, Danramil menerangkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menyalurkan tahap pertama berupa 2 ton beras yang dibagikan ke 18 desa terdampak. Selain itu, bantuan dari Kesrem juga telah menjangkau lima desa yang sebelumnya terisolir, yakni Desa Prie, Kumbang, Alue, Matang Janeng, dan MTG Panyang. “Bantuan seperti mie instan, pembalut wanita, makanan kaleng, popok bayi, dan roti sudah kita distribusikan sesuai kebutuhan mendesak warga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Koramil 12/Tanah Pasir bersama Babinsa terus melakukan pendataan kerugian materiil dan jiwa secara berkelanjutan. Pihaknya juga berkoordinasi aktif dengan Muspika dan Dinas Sosial dalam penanganan lanjutan serta distribusi bantuan. “Posko banjir kita pusatkan di kantor Camat Tanah Pasir sebagai tempat koordinasi utama seluruh unsur,” tambahnya.
Sebagai langkah akhir, Danramil memastikan bahwa seluruh personel tetap siaga memantau perkembangan kondisi di seluruh desa terdampak. “Kami melaporkan setiap perkembangan situasi dengan cepat, dan memastikan warga yang pulang maupun yang masih mengungsi mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan,” tutupnya.
