ACEH UTARA. Hama Burung merupakan salah satu predator utama yang paling banyak menyerang tanaman Padi ketika telah berbuah. Guna mengantisipasi hal tersebut, Babinsa Koramil 26/Banda Baro Kodim 0103/Aceh Utara Serka Anang mendampingi salah satu Petani untuk menghalau serangan hama Burung yang menarget buah Padi di areal persawahan yang berlokasi di Desa Blang Mangat, Kecamatan Banda Baro, Kamis (13/03/2025)
Menurut Babinsa, kekompakannya bersama Petani ini adalah bertujuan untuk menghalau atau mencegah kolonial hama Burung yang kerap memakan bulir – bulir Padi. Pasalnya, serangan hama burung sangatlah meresahkan dan dapat mengurangi produksi hasil panen. Hal inilah yang mendasari dirinya dan Petani untuk melakukan berbagai cara hingga menjaga dengan ekstra agar tanaman Padi menghasilkan buah yang maksimal dan berkualitas baik.
“Berbagai cara akan Kami lakukan agar tanaman Padi milik Petani menghasilkan gabah sesuai harapan. Hari ini, Kami bersama – sama menjaga dan berkeliling menjelajahi pematang Sawah sembari melontarkan teriakan – terikan menggelegar dan ketepel agar hama Burung tidak mendarat di hamparan Sawah. Selain itu, Kami juga memasang alat atau pernak pernik pengusir hama burung maupun hama lainnya dengan metode memasang tali dan kaleng-kaleng di sudut dan tengah sawah yg nanti ny di tarik dengan tali. Pembuatan ataupun pemasangan alat – alat ini sudah menjadi cara paling ampuh bagi para Petani selama ini untuk menghalau dan mengusir hama burung yang memang sudah turun temurun sejak dahulu kala”, ujarnya.
Kendati demikian, Babinsa Serka Anang berpesan kepada para Petani agar selalu senantiasa memonitor dan memantau hamparan Sawahnya dengan turun langsung khususnya di waktu Pagi dan Sore hari yang merupakan jadwal hama mencari makanan terutama jenis unggas.
“Pesan Kami kepada para Petani harus rutin mengontrol lahan pertaniannya untuk memastikan tidak ada jenis hama apapun yang merusak apalagi memakan tanaman Padi. Pasalnya, selain hama – hama liar, namun Kita juga harus waspada terhadap keberadaan hewan ternak milik warga yang terkadang terlepas bebas. Jika ada kendala, para Petani dapat berkoordinasi dan berkomunikasi dengan para Babinsa untuk mencari solusi bersama-sama,"ujarnya.l
